Workshop Pembelajaran Berbasis Permainan Tradisional Digelar di SDN Merjosari 3

Malang, 9 Maret 2026 – SDN Merjosari 3 Kota Malang bekerja sama dengan Universitas Negeri Malang dan Komunitas Belajar Meriang menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa workshop pengembangan pembelajaran bagi guru sekolah dasar. Kegiatan ini mengusung tema “Dari Budaya ke Numerasi: Workshop Pengembangan Pembelajaran SD Berbasis Permainan Tradisional.”

Workshop ini dilaksanakan pada Senin, 9 Maret 2026 di SDN Merjosari 3, Kota Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada para pendidik tentang pemanfaatan permainan tradisional sebagai media pembelajaran yang kreatif dan kontekstual, khususnya dalam mengembangkan kemampuan numerasi siswa di sekolah dasar.

Kegiatan workshop menghadirkan tiga narasumber dari Universitas Negeri Malang yang memiliki kompetensi di bidang pendidikan, yaitu Dr. Erry Hidayanto, M.Si., Prof. Dr. Cholis Sa’dijah, M.Pd., M.A., dan Lita Wulandari Aeli, M.Si. Para narasumber akan berbagi pengalaman serta strategi pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan nilai budaya lokal dengan penguatan kemampuan numerasi peserta didik.

Pelaksanaan workshop terdiri dari dua tahap kegiatan. Tahap pertama adalah pelatihan tatap muka selama tiga jam di kelas, di mana peserta akan mendapatkan materi, diskusi, serta contoh penerapan pembelajaran berbasis permainan tradisional. Tahap kedua adalah kegiatan penugasan secara mandiri, di mana peserta diminta untuk menerapkan hasil pelatihan tersebut melalui praktik pembelajaran di kelas masing-masing. Hasil praktik tersebut kemudian didokumentasikan sebagai bagian dari tindak lanjut kegiatan pelatihan.

Workshop ini terbuka bagi para guru dengan pendaftaran gratis dan kuota peserta terbatas. Peserta yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan serta menyelesaikan tugas praktik pembelajaran akan memperoleh sertifikat kegiatan sebesar 32 jam pelajaran (JP).

Melalui kegiatan ini diharapkan para guru dapat mengembangkan pembelajaran yang lebih menarik, kontekstual, dan bermakna bagi siswa. Selain memperkuat kemampuan numerasi, pemanfaatan permainan tradisional juga menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan dan melestarikan budaya lokal kepada peserta didik di lingkungan sekolah dasar.




Posting Komentar

0 Komentar