Workshop Pembelajaran Berbasis Permainan Tradisional di SDN Merjosari 3

 Malang, 9 Maret 2026 – Kegiatan workshop bertajuk “Dari Budaya ke Numerasi: Pengembangan Pembelajaran SD Berbasis Permainan Tradisional” yang dilaksanakan di SDN Merjosari 3 telah berlangsung dengan baik dan lancar. Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan kolaborasi antara praktisi pendidikan dan akademisi.

Workshop ini diikuti oleh sekitar 18 guru sekolah dasar9 kepala sekolah, serta 1 pengawas sekolah yang hadir untuk mengikuti kegiatan pelatihan dan diskusi. Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan 3 dosen dari Universitas Negeri Malang sebagai narasumber yang memberikan materi serta berbagi pengalaman mengenai pengembangan pembelajaran berbasis permainan tradisional.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai bagaimana permainan tradisional dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang kontekstual dan menyenangkan, khususnya untuk mengembangkan kemampuan numerasi siswa sekolah dasar. Para narasumber juga memberikan contoh penerapan permainan tradisional yang dapat diintegrasikan dengan materi pembelajaran di kelas.

Pelaksanaan workshop dilakukan melalui sesi pelatihan tatap muka selama tiga jam, yang diisi dengan pemaparan materi, diskusi, serta tanya jawab. Selanjutnya, peserta akan melanjutkan kegiatan dengan tugas praktik pembelajaran di kelas masing-masing sebagai bentuk implementasi dari materi yang telah dipelajari selama workshop.

Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Diskusi yang berlangsung menunjukkan tingginya minat para guru dan kepala sekolah untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih kreatif dengan memanfaatkan permainan tradisional sebagai bagian dari proses belajar mengajar.

Melalui kegiatan ini diharapkan para guru dapat mengimplementasikan pembelajaran yang lebih inovatif dan bermakna bagi siswa. Selain memperkuat kemampuan numerasi, pemanfaatan permainan tradisional juga menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan serta melestarikan budaya lokal kepada generasi muda melalui dunia pendidikan.

















Posting Komentar

0 Komentar